Flickr

Diberdayakan oleh Blogger.

ShoutMix chat widget

Anda berminat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik di sini
RSS

Hukum Nun Mati dan Tanwin 
A. Pengertian Tanwin adalah : اَلتَّنْوِيْنُ هو نُوْ نٌ سَا كِنَةٌ تَلْحَقُ آخِرَ الإِ سْمِ لَفْظًا لاَ خَطًّا “ Tanwin adalah bunyi nun mati yang ada pada akhir kalimat isim didalam melafadhkan atau menyuarakannya tapi bukan didalam tulisannya.” B. Pembagian Hukum Nun Mati dan Tanwin Dalam hukum nun mati dan tanwin نْ - ً ٍ ٌ jika bertemu dengan huruf hijaiyah yang berjumlah dua puluh delapan terkecuali alif yakni : ء ب ت ث ج ح خ د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ع غ ف ق ك ل م ن و هـ ي Akan menimbulkan empat hukum bacaan yaitu Idhar Halqi, Idghom, Iqlab dan Ikhfa Haqiqi. Keterangan :Alif itu tidak menerima harokat (mati) sedangkan hamzah menerima harokat. 1. Idhar Menurut bahasa (etimologi) adalah jelas atau tampak Menurut istilah (terminologi) adalah melafadhkan huruf idhar dari makhrojnya dengan suara jelas atau terang dengan tanpa disertai dengung (bilaghunnah) Jumlah huruf idhar ada enam yaitu : ء هـ ع ح غ خ Dinamakan Halqi dikarenakan keenam huruf tersebut tempat keluarnya adalah dari tenggorokan Kaidah Idhar Halqi Jika ada nun mati atau tanwin yang bertemu dengan salah satu dari huruf halaq yang enam tersebut, maka harus dibaca dengan suara terang atau jelas, baik bertemunya itu dalam satu kalimat atau dilain kalimat. Contoh : Satu kalimat Nun mati dan tanwin tidak satu kalimat َانْعَمْتَ منْ ءَا َمنَ رَسُوْلٌ أمِيْنٌ مِنْهُمْ اِنْ هُوَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ يَنْحِتُوْنَ ِمنْ عِلْمٍ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ يَناْءَوْنَ مِنْ حَسَنَةٍ قَوْمٌ خَصِمُوْنَ فَسَيُنْغِضُوْنَ مِنْ غِلٍّ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ يَنْهَوْنَ ِمنْ خَيْرٍ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ و المُنْخَنِقَةُ مَنْ خَافَ عَذَا بٌ أَ لِيْمٌ 2. Idghom Idghom menurut bahasa adalah memasukkan sesuatu pada sesuatu Idghom menurut istilah terminologi adalah bertemunya huruf yang mati dengan huruf yang hidup, sehingga kedua huruf tersebut seperti satu huruf yang bertasydid. a. Pembagian Idghom Idghom dalam bab nun mati dan tanwin terbagi menjadi dua yaitu : 1. Idghom Bighunnah 2. Idghom Bilaghunnah b. Macam-macam Idghom 1. Idghom bighunnah : Yaitu apabila ada nun mati atau tanwin yang bertemu dengan salah satu huruf empat, yaitu : ي, ن , م , و Cara membacanya : Huruf pertama -nun mati atau tanwin- dimasukkan ke huruf yang kedua dengan disertai dengung (brengengeng). Idghom artinya memasukkan sesuatu pada sesuatu Bi ghunnah artinya dengan disertai suara dengung. Contoh : منْ وَّرَاءِ هِمْ , هُدىً ِمنْ رَّبِّهِمْ , حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لكُمْ Pengecualian Idhar wajib : Apabila ada nun mati yang bertemu dengan huruf wawu atau ya’ dalam satu kalimat, maka yang demikian itu harus dibaca dengan terang atau jelas. Dikarenakan jika diidghomkan takut menyerupai dengan huruf mudho’af (dua huruf yang sama). Contoh : دُنْيَا , بُنْيَا نٌ , صِنْوَا نٌ , قِنْوَانٌ 2. Idghom bila ghunnah Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari dua huruf yaitu : ل dan ر Cara membacanya : Huruf pertama yang berupa nun mati atau bertanwin dimasukkan kesalah satu dari dua huruf dengan tidak disertai suara dengung ( bilaghunnah ). Contoh : ِمنْ رَّ ِبّهِمْ , غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ , هُدىً لِّلْمُتَّقِيْنَ , يُبَيِّنْ لَكُمْ 3. Iqlab Arti menurut bahasa yaitu membalik atau menukar. Sedang menurut istilah adalah membunyikan huruf Nun sukun atau tanwin dengan bunyi Mim dan disertai dengung (ghunnah). Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ب Cara membacanya huruf pertama yang berupa nun mati atau tanwin diganti/ditukar menjadi suara mim dengan disertai dengung karena bertemu dengan huruf ب Contoh: منْ بعْدِ , ينْبُتُ , سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ 4. Ikhfa’ Menurut bahasa yaitu menyamarkan. Menurut istilah adalah menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin dengan disertai dengung. Apabila ada nun mati atau tanwin yang bertemu dengan salah satu huruf lima belas maka dibaca ikhfa’, hurufnya yaitu terkumpul dalam sya’ir dibawah ini : صِفْ ذَا ثَناَ كَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا – دُمْ طَيِّباٌ زِدْ فِى تُقىً ضَعْ ظَا لماً Cara membacanya: Huruf pertama yang berupa nun mati atau tanwin dibaca dengan suara samar karena bertemunya dengan salah satu huruf lima belas tersebut. Keterangan : Sewaktu mendengungkan huruf yang pertama (nun mati atau tanwin) posisi lisan sudah menempati makhrojnya salah satu huruf ikhfa’ yang akan dibaca. Cara membaca ikhfa dibagi menjadi tiga bagian yaitu : 1. Aqrob (اقرب) adalah bacaan ikhfa’ yang lebih dekat dengan idhar yaitu membacanya seperti idhar tetapi disertai dengung sehingga menjadi samar. Adapun hurufnya ada tiga yaitu ت , ط , د . Contoh : ُمنْتَهُوْنَ , يَنْطِقُوْنَ , دَكّاًدَكًّا 2. Ab’ad (ابعد) adalah bacaan ikhfa’ yang lebih jauh dari idhar yaitu ketika membaca sangat nampak dengungnya atau samarnya sehingga suara nun mati atau tanwin menjadi hilang sama sekali. Adapun hurufnya ada dua yaitu ق dan ك Contoh : منْ قبل, منْك 3. Ausath (اوسط) adalah bacaan ikhfa’, pertengahan antara ikhfa’ aqrob dan ikhfa’ ab’ad dalam hal kesamaran membacanya. Adapun hurufnya ada satu yaitu ف . Contoh : ِمنْ فَضْل الله Keterangan : Sedangkan selain dari huruf Ikfa’ Aqrob, Ab’ad dan Ausath boleh dibaca dengan dua wajah yaitu Aqrob atau Ausath Contoh : إِنْ جآءَ كم , يَنْظُرُوْنَ

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar